QR code kini mudah ditemukan di menu restoran, poster acara, paket kiriman, hingga tempat pembayaran. Cukup arahkan kamera ponsel, lalu tautan atau informasi akan terbuka. Praktis, tetapi kemudahan ini juga bisa dimanfaatkan pelaku penipuan untuk mengarahkan pengguna ke situs palsu.
Karena tampilan QR code tidak memperlihatkan alamat tujuan secara langsung, pengguna sebaiknya tidak terburu-buru membuka tautan. Beberapa pemeriksaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko saat memindai kode yang ditemui di tempat umum.
1. Periksa kondisi QR code
Jika kode ditempel di atas stiker lain, terlihat mencurigakan, atau tidak sesuai dengan materi resmi di sekitarnya, berhenti sejenak sebelum memindainya. Pada poster pembayaran atau menu, pastikan kode tersebut memang bagian dari materi yang dikeluarkan oleh pemilik tempat.
2. Baca alamat tautan sebelum membukanya
Setelah dipindai, beberapa kamera atau aplikasi menampilkan pratinjau alamat situs. Perhatikan ejaan domain, tambahan huruf yang tidak wajar, serta nama situs yang menyerupai layanan populer. Jangan lanjutkan jika alamatnya tidak sesuai dengan layanan yang ingin digunakan.
Ikon gembok atau penggunaan HTTPS saja tidak menjamin sebuah situs tepercaya. Situs penipuan juga dapat menggunakan koneksi HTTPS, sehingga nama domain dan konteks tautan tetap perlu diperiksa.
3. Waspadai permintaan data sensitif
Berhati-hatilah jika halaman yang terbuka meminta kata sandi, kode OTP, PIN, atau informasi kartu untuk alasan yang tidak jelas. Jangan memasukkan data tersebut hanya karena halaman dibuka melalui QR code. Untuk pembayaran, cocokkan nama penerima dan nominal sebelum menyetujui transaksi.
4. Gunakan aplikasi dan fitur keamanan yang tepercaya
Perbarui sistem operasi dan browser agar perlindungan keamanan tetap mendapat pembaruan. Hindari memasang aplikasi dari tautan QR code yang tidak dikenal; jika perlu mengunduh aplikasi, cari melalui toko aplikasi resmi dan periksa nama pengembangnya.
5. Jika telanjur membuka tautan mencurigakan
Tutup halaman tersebut dan jangan mengunduh berkas atau memberikan informasi apa pun. Jika sudah memasukkan kata sandi, ubah kata sandi melalui situs atau aplikasi resmi dan aktifkan autentikasi dua faktor bila tersedia. Jika sudah melakukan pembayaran atau membagikan data keuangan, segera hubungi bank atau penyedia layanan terkait melalui kanal resmi.
Kebiasaan kecil yang membuat pemindaian lebih aman
QR code bukan sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya adalah memperlakukannya seperti tautan biasa: periksa sumbernya, baca alamat tujuan, dan jangan memberikan data sensitif tanpa alasan yang jelas. Dengan beberapa detik untuk memeriksa, pengguna bisa tetap menikmati kemudahan QR code sambil mengurangi risiko penipuan digital.
